20 Apr 2013

Puisi Cinta Romantis Dari Komunitas Facebook Part 2

Karang Taruna Bhakti Bulang. Selamat berakhir pekan buat kalian dimana saja berada. Semoga di malam minggu ini kalian tetap semangat menghadapi perjalanan hidup yang sudah di takdirkan alloh s.w.t. Ucapan selamat malam minggu juga tidak lupa terucap bagi kalian yang sedang asik merajut cinta dengan kekasih. 
http://karangtarunabhaktibulang.blogspot.com/2013/04/puisi-cinta-romantis-dari-komunitas-facebook-part-2.html
Tapi Bagi kalian yang belum mempunyai kekasih jangan kuatir dan jangan isap jempol mulu, sebab tidak salah kalian berada di sini untuk sekedar mencari motivasi dengan membaca Puisi Romantis yang telah kami rangkum dari hasil berselancar di facebook.

Oke, Buat kalian yang merasa sedang jatuh cinta atau yang lagi ingin mengungkapkan perasaan cinta pada someone, tidak ada salahnya membaca puisi cinta romantis dari komunitas facebook di bawah ini :

bagaimana??? lumayan bukan sekedar untuk mencari inspirasi dan motivasi di kala kita berjuang demi cinta. hee :)

Sekian dulu artikel yang bisa dibagikan kepada pembaca dengan judul Puisi Cinta Romantis Dari Komunitas Facebook Part 2. semoga bermanfaat. sebarkan.

Puisi Cinta Romantis Dari Komunitas Facebook Part 2

Pengertian Simbol "@" Pada Setiap Email

Ini Loo Pengertian Simbol "@" Pada Setiap Email

Bulang. 20 April 2013.  Selamat pagi siang, sore, malam buat pemuda. Salam sejahtera. Terima kasih buat kalian yang sudah berkenan meluangkan waktunya untuk membaca artikel dengan judul di atas. Kalau di ingat-ingat simbol pada setiap alamat email sudah tidak asing bagi kita, bahkan mungkin sebagian dari kalian sudah banyak yang tahu apa Pengertian Simbol "@" Pada Setiap Email itu bukan?....

Oke, bagi kalian yang masih belum tahu dan ingin tahu apa yang dimaksud dengan simbol tersebut, jangan pada gigit jari dulu, simak sedikit penjelasan berikut! yaa itung - itung berbagi informasi meski hanya satu pengertian, dan nantinya bisa untuk jawaban jika suatu ketika kalian di tanya sama adik, kakak, teman, pacar, guru atau siapa saja. 

Apabila ada pertanyaan semisal " apa sich maksudnya simbol "@" pada email itu?"
maka kalian bisa sedikit menjawab dengan menjelaskan sebagai berikut :

Jika ingin menjawab dengan singkat, bilang saja kalau itu berarti "di", atau "pada" Terus penjelasannya bagaimana hayooo?.....

Pengertian Simbol "@" Pada Setiap Email

www.karangtarunabhaktibulang.blogspot.comArti simbol "@" pada setiap email pada dasarnya adalah awalan untuk menunjukkan suatu tempat atau bisa juga berarti "pada".

Terus bagaimana awal mulanya. baiklah Lihat saja langsung di T-K-P, hee adane OVJ ae rek (jowo). Dahulu kala, sebelum digunakan sebagai simbol pada alamat email, @ digunakan untuk menggambarkan biaya atau berat suatu benda, seperti contohnya jika membeli 6 buah apel, maka akan ditulis “6 Semangka @ Rp1000”. Kemudian setelah itu muncul lah ide untuk menggunakan simbol @ pada email. 

Ide ini dicetuskan oleh seorang insinyur yang bernama Ray Tomlinson. Waktu itu ia memilih menggunakan lambang @ karena menurutnya lambang itu lumayan membantu, sebab mirip hurup “a” untuk address / alamat lembaga pemilik email yang dituju. Dari sinilah lambang @ terus dipakai hingga sekarang. Simbol “@” ini memiliki kegunaan yang penting loh, di Internet. Simbol @ atau “at sign” berguna untuk memisahkan nama user/pengguna yang online dari alamat emailnya, 

Nah, karena begitu pentingnya simbol @ ini, maka pihak pembuat keyboard meletakkan simbol ini khusus pada susunan keyboard. Coba deh kamu perhatikan di keyboardmu, pasti ada simbol @ ini kan?

Naah itu tadi sedikit penjelasan Arti Simbol "@" Pada Setiap Email semoga bisa memberikan sedikit informasi dan diharapkan bisa di bagikan kepada yang ingin tahu arti simbol tersebut. Sekian dulu artikel dalam kategori "Tau gak sih". Dan jangan segan - segan membaca artikel lain dalam kategori yang sama.

Sekian dan terima kasih. 

Pengertian Simbol "@" Pada Setiap Email

Sumber : http://wahw33d.blogspot.com/2012/04/arti-simbol-pada-setiap-alamat-email.html 

19 Apr 2013

Puisi Cinta Romantis Dari Komunitas Facebook


Karang Taruna Bhakti Bulang. Selamat pagi, siang, sore, malam bagi sobat yang berkunjung dan berkenan meluangkan waktunya untuk membaca artikel tentang Puisi Cinta Romantis yang telah kami rangkum dari hasil berselancar di Facebook.

http://karangtarunabhaktibulang.blogspot.com/2013/04/puisi-cinta-romantis-dari-komunitas-facebook.html
Puisi cinta romantis kali ini sebagai bentuk refresing otak penulis sekaligus sebagai refrensi pembaca dikala merasakan kejenuhan ataupun sedang merasakan jatuh cinta seakan hatinya berbunga - bunga harum semerbak sewangi seperti di toko bunga. heeee. Just Kidd.

Puisi Cinta Romantis Dari Komunitas Facebook

Coba kalian baca dengan seksama, rasakan dan resapi seakan terbawa dalam bayang - bayang semu seorang yang kalian cintai atau bahkan anda merasa lelah sehingga dengan membaca puisi ini bisa menambah semangat hidup kalian semuanya.

Dengarlah wahai adinda
Sebait kata ungkapan rasa Meski kau jauh disana Disini,
ku kan selalu setia Meski bidadari merayu menggoda Ku takkan membagi cinta
Bagiku kau segalanya Satu yang aku cinta Hanya ini yang bisa ku berikan 

Bukan wajahku yang rupawan Bukan pula harta dan kekayaan
Hanya sebuah kesetiaan yang ku persembahkan 
Aku bukan seorang raja Yang memiliki tahta dan istana
Ku hanya manusia biasa Yang akan menyayangimu setulusnya 

Sedikit puisi cinta romantis yang bisa kami bagi dan terus ikuti postingan puisi cinta romantis lainnya.

3 Apr 2013

Desa Bulang Mendapat Jatah PRONA, Apa Itu Prona?

Desa Bulang Mendapat Jatah PRONA, Apa Itu Prona?

Desa Bulang Mendapat Jatah PRONA, Apa Itu Prona?

Bulang, 28 Februari 2013. Kabar gembira bagi warga desa bulang dan sekitarnya datang di awal tahun 2013 . Kabar - kabarnya akan ada program pemerintah yang akan masuk ke desa bulang di tahun 2013 ini, yaitu PRONA. Bagi warga desa bulang yang masih awam dan masih asing dengan nama PRONA, jelas bertanya - tanya apa itu PRONA? Secara singkat pengertian Prona adalah program pemerintah berupa Pensertipikatan tanah secara masal. Untuk lebih jelasnya mengenai PRONA bisa anda simak pada penjelasan berikut ini :

Desa Bulang Mendapat Jatah PRONA, Apa Itu Prona?

Desa Bulang Mendapat Jatah PRONA, Apa Itu Prona?
Desa Bulang Mendapat Jatah PRONA, Apa Itu Prona?
Sekilas Tentang PRONA
Pensertipikatan tanah secara masal melalui PRONA merupakan salah satu kegiatan pembangunan pertanahan yang mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Selama ini pelaksanaan kegiatan pendaftaran tanah dalam 5 dekade, yang dimulai pada tahun 1961 baru mampu melaksanakan pendaftaran tanah sebanyak ± 34 juta bidang dari ± 85 juta bidang. Pasal 19 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) menetapkan bahwa untuk menjamin kepastian hukum oleh Pemerintah diadakan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPN-RI) yang berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2006 tentang Badan Pertanahan Nasional, ditugaskan untuk melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pertanahan, antara lain melanjutkan penyelenggaraan percepatan pendaftaran tanah sesuai dengan amanat Pasal 19 tersebut, terutama bagi masyarakat golongan ekonomi lemah sampai menengah melalui kegiatan PRONA yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1981. Percepatan pendaftaran tanah diselenggarakan hendaknya memperhatikan prinsip bahwa tanah secara nyata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berperan secara jelas untuk terciptanya tatanan kehidupan bersama yang lebih berkeadilan, menjamin keberlanjutan kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara untuk meminimalkan perkara, masalah, sengketa dan konflik pertanahan. Selain dari pada itu percepatan pendaftaran tanah juga merupakan pelaksanaan dari 11 Agenda BPN-RI, khususnya untuk meningkatkan pelayanan pelaksanaan pendaftaran tanah secara menyeluruh, dan penguatan hak-hak rakyat atas tanah. 

Dasar Hukum 
  1. UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas Tanah.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2010 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Badan Pertanahan Nasional.
  5. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2006 tentang Badan Pertanahan Nasional.
  6. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997, tentang Pendaftaran Tanah.
  7. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 tahun 1999 tentang Pelimpahan Kewenangan Pemberian dan Pembatalan Keputusan Pemberian Hak Atas Tanah Negara.
  8. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 9 tahun 1999 tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan.
  9. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia.
  10. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi dan Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota.

Tujuan
Tujuan Penyelenggaraan PRONA adalah memberikan pelayanan pendaftaran tanah pertama kali dengan proses yang sederhana, mudah, cepat, dan murah dalam rangka percepatan pendaftaran tanah.

Tahap Pelaksanaan 
  1. Usulan lokasi desa yang disesuaikan dengan kriteria
  2. Penetapan lokasi desa sebagai lokasi PRONA oleh kepala Badan Pertanahan Nasional RI.
  3. Penyuluhan oleh Tim Penyuluh Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang
  4. Pembentukan Satuan Tugas Pengumpul Data Yuridis oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Tengah.
  5. Pendataan oleh Satgas Pengumpul Data Yuridis untuk kelengkapan berkas permohonan dan penyerahan Surat Tanda Terima Dokumen (STTD)
  6. Pemasangan Titik Dasar Teknis orde IV dan pengukuran kerangka dasar teknis
  7. Penetapan batas bidang tanah oleh pemilik tanah dengan persetujuan tetangga yang berbatasan di setiap sudut bidang tanah dan diTahap Pelaksanaan Kegiatan PRONA ====
  8. Usulan lokasi desa yang disesuaikan dengan kriteria
  9. Penetapan lokasi desa sebagai lokasi PRONA oleh kepala Badan Pertanahan Nasional RI.
  10. Penyuluhan oleh Tim Penyuluh Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang
  11. Pembentukan Satuan Tugas Pengumpul Data Yuridis oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Tengah.
  12. Pendataan oleh Satgas Pengumpul Data Yuridis untuk kelengkapan berkas permohonan dan penyerahan Surat Tanda Terima Dokumen (STTD)
  13. Pemasangan Titik Dasar Teknis orde IV dan pengukuran kerangka dasar teknis
  14. Penetapan batas bidang tanah oleh pemilik tanah dengan persetujuan tetangga yang berbatasan di setiap sudut bidang tanah dan laksanakan pemasangan tanda batasnya.
  15. Pengukuran bidang - bidang tanah berdasarkan tanda batas yang telah ditetapkan dan terpasang.
  16. Sidang Panitia untuk meneliti subyek dan obyek tanah yang dimohon dengan memperhatikan persyaratan yang dilampirkan
  17. Pembuktian hak melalui PENGUMUMAN yang diumumkan selama 1 (satu) bulan, guna memberikan kesempatan para pihak untuk mengajukan sanggahan / keberatan
  18. Pengesahan atas pengumuman
  19. Pembukuan hak dan proses penerbitan sertipikat hak atas tanah
  20. Penyerahan sertipikat hak atas tanah di setiap Desa, peserta membawa KTP asli atau surat kuasa bila dikuasakan.

Persyaratan yang harus Dipenuhi Peserta

  • Pemilik Tanah sebelum Tahun 1997.
  1. Surat Permohonan
  2. Surat Pernyataan penguasaan fisik sistimatis bermeterai Rp. 6.000,-
  3. Identitas pemohon (KTP) yang dilegalisir oleh yang berwenang
  4. Surat Kuasa bermeterai Rp. 6.000,-bila dikuasakan kepada pihak lain
  5. Surat perwalian bila masih dibawah umur bermeterai Rp. 6.000,-- diketahui Kades
  6. Salinan Letter D / C yang dilegalisir oleh yang berwenang
  7. Bukti Perolehan tanahnya (segel jual beli, segel hibah, surat keterangan warisan dll).
  8. Foto copy SPPT dilegalisir oleh yang berwenang.
  9. Berita Acara kesaksian diketahui 2 orang saksi
  10. Surat pernyataan lain yang diperlukan bermeterai Rp. 6.000,--
  11. Memasang patok tanda batas. Permanen (menurut syarat sebagaimana PMNA/Ka BPN No. 3/1997)
  • Pemilikan Tanah sesudah Tahun 1997
    • Jual Beli / Hibah
  1. Surat Permohonan
  2. Surat Pernyataan penguasaan fisik sistimatis bermeterai Rp. 6.000,-
  3. Foto copy KTP para pihak dilegalisir oleh yang berwenang
  4. Foto copy SPPT dilegalisir oleh yang berwenang.
  5. Akta jual beli / hibah meterai 2 buah Rp. 12.000,--
  6. Salinan Letter C yang dilegalisir oleh yang berwenang
  7. Bukti SSB BPHTB
  8. Bukti SSP PPh kalau kena pajak PPh
  9. Sketsa pemecahan bidang tanah
  10. Surat pernyataan pemilikan tanah pertanian bermetersi Rp.6.000,--
  11. Memasang patok tanda batas. Permanen (menurut syarat sebagaimana PMNA/Ka BPN No. 3/1997)
    • Warisan
  1. Foto copy KTP para ahli waris dilegalisir oleh yang berwenang
  2. Surat Pernyataan penguasaan fisik sistimatis bermeterai Rp. 6.000,-
  3. Surat kematian
  4. Surat keterangan Warisan bermetari Rp. 6.000,-
  5. Surat Perwalian / surat pengampuan
  6. Salinan Letter C yang dilegalisir oleh yang berwenang
  7. Foto copy SPPT dilegalisir oleh yang berwenang.
  8. Surat pernyataan lain bermeterai Rp. 6.000,--
  9. Memasang patok tanda batas. Permanen (menurut syarat sebagaimana PMNA/Ka BPN No. 3/1997)
    • Warisan dan pembagian milik bersama
  1. Foto copy KTP para ahli waris dilegalisir oleh yang berwenang
  2. Surat Pernyataan penguasaan fisik sistimatis bermeterai Rp. 6.000,--
  3. Surat kematian
  4. Surat keterangan Warisan bermetari Rp. 6.000,-
  5. Foto copy SPPT dilegalisir oleh yang oleh yang berwenang
  6. Salinan Letter C yang dilegalisir oleh yang berwenang
  7. Akta Pembagian Hak bersama (APHB) materai 2 buah Rp. 12.000,-
  8. Bukti SSB BPHTB
  9. Surat pernyataan lain bermeterai Rp. 6.000,--
  10. Memasang patok tanda batas. Permanen (menurut syarat sebagaimana PMNA/Ka BPN No. 3/1997)
Biaya
Sumber anggaran PRONA dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan dalam DIPA Kantor Pertanahan Kabupaten maupun Kota, pada Program Pengelolaan Pertanahan.
Catatan:
  1. Dalam pelaksanaan kegiatan PRONA semua biaya: Biaya Pendaftaran, Biaya Pengukuran, Biaya Pemeriksaan Tanah adalah GRATIS (PEMOHON TIDAK DIPUNGUT BIAYA/BEBAS BIAYA) , dengan ketentuan semua persyaratan sebagaimana tercantum di atas telah lengkap dan benar.
  2. Biaya yang timbul akibat dari persyaratan yang harus dipenuhi sebagaimana di atas menjadi tanggung jawab pemohon / peserta PRONA (TIDAK BEBAS BIAYA)
Setelah anda membanya semua penjelsan di atas diharapkan memberi sedikit pemahaman dan bisa memberikan gambaran jelas tentang program pemerintah yakno Prono ini. Sekian apa yang bisa saya bagikan kepada warga desa bulang pada khusunya dan bagi paembaca pada umumnya,

Red : Kumpilisasi
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Pertanahan_Nasional#cite_note-prona-3


Desa Bulang Mendapat Jatah PRONA, Apa Itu Prona?