11 Jul 2013

Tata Cara Niat Sholat Tarawih Dan Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Tata Cara Niat Sholat Tarawih Dan Jumlah Rakaat Sholat Tarawih. Tarawih jika didefinisikan secara bahasa, kata tarawih dalam bahasa arab adalah jama' dari "tarwihatun" yang diartikan sebagai " waktu sesaat untuk istirahat" dan untuk waktunya adalah setelah sholat isya' sampai dengan sebelum datangnya shubuh.

Untuk itu sholat tarawih ialah sholat sunnah yang pernah dicontohkan oleh nabi muhammad kepada para sahabatnya kala itu dan dilakukan oleh beliau setelah melakukan sholat isya'. Yang demikian ini dilakukan oleh rosululloh hanya selama tiga kali kesempatan secara berjamaa'ah. Hal ini dilakukan oleh rosululloh karena beliau takut yang demikian akan diwajibkan kepada ummat muslim.
Berikut redaks haditsnya :
http://karangtarunabhaktibulang.blogspot.com/2013/07/tata-cara-niat-sholat-tarawih-dan-jumlah-rakaat-sholat-tarawih.html 
“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam pada suatu malam salat di masjid lalu para sahabat mengikuti salat Beliau, kemudian pada malam berikutnya (malam kedua) Beliau salat maka manusia semakin banyak (yang mengikuti salat Nabi n), kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau malam keempat. Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam tidak keluar pada mereka, lalu ketika pagi harinya Beliau bersabda: ‘Sungguh aku telah melihat apa yang telah kalian lakukan, dan tidaklah ada yang mencegahku keluar kepada kalian kecuali sesungguhnya aku khawatir akan diwajibkan pada kalian,’ dan (peristiwa) itu terjadi di bulan Ramadan.” (Muttafaqun ‘alaih).

Tata Cara Niat Sholat Tarawih Dan Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Niat Sholat Tarawih
Kembali kepada pokok pembahasan, tata cara niat sholat tarawih tidak berbeda sebagaimana yang diucapkan dalam sholat - sholat lain yakni cukup diucapkan dalam hati, yang terpenting adalah niat ditujukan hanya karena alloh ta'ala semata dengan hati yang ikhlas mengharapkan rihonya.

Untuk pelafadzan niatnya seperti berikut :

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا/إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Walaupun demikian, ada beberapa cara dalam mengerjakan salat Tarawih, salah satunya dengan formasi 2 kali 4 rakaat masing masing dengan sekali salam setiap selesai 4 rakaat. Oleh karena itu, dalam niat salat tarawih, niatnya disesuaikan menjadi "arba'a raka'atin".

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Untuk lebih melengkapi lagi penjelasan tentang sholat tarawih ada baiknya kita mengetahu Jumlah Rakaat Sholat Tarawih itu sendiri, sebab dalam fakta dilapangan, ummat muslim berbeda dalam menerapkannya. Ada salah satu golongan yang shoat tarawih dengan jumlah 8 rakaat dan dilanjutkan sholat witir 3 rakaat. Yang demikian sebagaimana yang telah dipraktikkan rosulullah. Sedangkan pada masa khilafah umar menjadi 20 rakaat dan 3 rakaat sholat witir. Tentu hal yang demikian menjadi perbedaan klasik yang bahkan bertahan sampai saat ini.

Untuk lebih memahami lagi mengenai berapa Jumlah Rakaat Sholat Tarawih, berikut sedikit penjelasan beserta sumber dalil yang bisa diutarakan :

Beberapa golongan yg tarowikh 11 roka’at (+witir) dan yang menolak 23 rokaat (+witir) sering menggunakan dalil berikut: 
Dari Abi Salamah bin Abd al-Rahman, ia pernah bertanya kepada Sayyidah A`isyah radhiyallahu `anha perihal shalat yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada bulan Ramadhan. A`isyah menjawab : “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah menambahi, baik pada bulan Ramadhan maupun selain bulan Ramadhan, dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat, dan jangan kamu tanyakan baik dan panjangnya. Kemudian beliau shalat empat rakaat, dan jangan kamu tanyakan baik dan panjangnya.

Kemudian beliau shalat tiga rakaat. A`isyah kemudian berkata : “Saya berkata, wahai Rasulullah, apakah anda tidur sebelum shalat Witir?” Beliau menjawab : “Wahai A`isyah, sesungguhnya kedua mataku tidur, akan tetapi hatiku tidak tidur (HR. al-Bukhari, hadits no: 2013).

Sebenarnya ini bukan hadits tarowikh tp hadits witir alasan pertama tarawikh hanya pada bulan romadlon (mnurut para ulama’) sedangkn hadits diatas mennjukkan bahwa nabi sholat 11 rokaat itu di dalam dan diluar bulan romadlon alasan kedua saat aisyah bertanya kpd nabi degan menggunakan kata witir bukan tarowikh Dan masih banyak hadits yg dibuat rujukan tarowikh 11 rokaat (+witir) tp sebenarnya bukan dalil tarowikh.

Dari penjelasan hadits di atas bisa disimpulkan tata cara sholat tarawih bisa dengan cara formasi sholat dua rakaat dengan satu salam sebanyak 4 kali ditambah 3 rakaat witir. Atau juga bisa dengan cara 4 rakaat satu salam sebanyak 2 kali ditambah 3 rakaat witir.(ref)

Sedangkan golongan yang tarawih 23 rokaat (+witir)  menggunakan dalil berikut :
atsarusshohabat
“Diriwayatkan dari Ibnu Syihab, dari `Urwah bin al-Zubair, dari Abd. Rahman bin Abd. al-Qari, ia berkata: “Pada suatu malam di bulan Ramadhan, saya keluar ke masjid bersama Umar bin al-Khatthab. Kami mendapati masyarakat terbagi menjadi beberapa kelompok yang terpisah-pisah. Sebagian orang ada yang shalat sendirian.

Sebagian yang lain melakukan shalat berjamaah dengan beberapa orang saja. Kemudian Umar berkata: “Menurutku akan lebih baik jika aku kumpulkan mereka pada satu imam.” Lalu Umar berketetapan dan mengumpulkan mereka pada Ubay bin Ka`ab.

Pada kesempatan malam yang lain, aku (Rahman bin Abd. al-Qari) keluar lagi bersama Umar. (dan aku menyaksikan) masyarakat melakukan shalat secara berjamaah mengikuti imamnya. Umar berkata: “Ini adalah sebaik-baik bid`ah…” ( HR. Bukhori 2010) Atsar ini sangat bisa dijadikan rujukan tarowikh 23 Rokaat(witir) karena keumuman lafadz sholat yg disebutkan oleh sayyidina umar.

Adapun tata cara sholat tarawih yang berjumlah 23 rakaat pada umumnya melakukan sholat 2 rakaat sholat tarawih dengan satu salam sebanyak 10 kali ditambah dengan 4 rakaat sholat sunnah witir.

Kami kira cukup sekian penjelasan mengenai Tata Cara Niat Sholat Tarawih Dan Jumlah Rakaat Sholat Tarawih semoga bisa memberikan gambaran lebih jelas lagi dan menghargai adanya perbedaan. bagi siapa saja yang membaca dan menemukan apabila ada kekurangan dalam menjelaskan permasalahan di atas mohon untuk dilengkapi di kolom komentar yang tersedia. terima kasih.

Tata Cara Niat Sholat Tarawih Dan Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Sumber : Klik Di sini

5 Jul 2013

Tata Cara Niat Puasa Ramadhan Yang Baik Dan Benar

Tata Cara Niat Puasa Ramadhan Yang Baik Dan Benar ada baiknya jika di informasikan kepada para pembaca mengingat sebentar lagi sudah memasuki bulan suci ramadhan. Alasan informasi kali ini kenapa perlu untuk di informasikan, sebab terkadang masih banyak yang masih bingung ataupun salah paham menggunakan niat puasa seperti yang pernah diajarkan oleh nabi muhammad s.a.w. dan ulama' terdahulu.



Kesalahpahaman itu biasanya terletak pada waktu pengucapan niat itu sendiri, kapan mulai untuk berniat puasa, bahkan sering muncul pertanyaan, apakah niat puasa ramadhan itu cukup hanya satu kali selama satu bulan, ataukah berniat puasa ramadhan setiap sehari sekali?

http://karangtarunabhaktibulang.blogspot.com/2013/07/bagaimana-tata-cara-niat-puasa-ramadhan-yang-baik-dan-benar.html
Disini penulis mencoba untuk mendeskripsikan Tata Cara Niat Pusa Ramadhan Yang Baik Dan Benar kepada siapa saja yang masih mempunyai pertanyaan seperti di atas. Dan perlu untuk diketahui bahwa informasi kali ini berawal ketika penulis membaca salah satu status facebooker yang mengatakan : 
BISMILLAH edc menjelang puasa, dalam puasa ada hal yg sangat penting yg sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat, yaitu melafadzkan niat puasa, yg jelas melafadzkan niat puasa bukan bid'ah, dan disini sy akan mencoba membahas sudah benarkah niat puasa yg biasa kita lafadzkan dalam prespektif kaidah fiqh niat puasa yang biasa kita ucapkan adalah “NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN ADA’I FARDLIS SYAHRI ROMADLONA HADZIHIS SANATA FARDLON LILLAHITA’ALA (saya niat berpuasa untuk hari esok menunaikan fardlunya bulan puasa tahun ini karena allah ta’ala), sedangkan pada biasanya kita niat setelah isya’ jika dilihat kalender hijriyyah sudah tidak termasuk niat untuk esok hari, tp niat untuk hari ini (SHOUMA GHODIN menjadi SHOMA LI HADZAL YAUMI), sedangkan untuk niat yg biasa kita lafadzkan yaitu yang pertama maka niatnya harus sebelum maghrib yaitu sebelum bergantinya hari dalam kalender hijriyyah (lihat al asybah wannadhoir bab ta'yin/mukhatshor al asybah wannadhoir oleh kyai aziz masyhuri denanyar halaman 22-23)
maka kesimpulan niat yang benar menurut prespektif kaidah fiqh jika niatnya setelah isya'/tarawih maka niatnya adalah NAWAITU SHOUMA LIHADZAL YAUMI..., sedangkan jika niatnya sebelum ashar maka lafadznya adalah NAWAITU SHOUMA GHODIN..., atau niat yg paling mudah adalah NAWAITUSSHOUMA FARDLON LILLAHI TA'ALA, nb ini khusu puasa wajib
Untuk menyikapi status yang demikian, ada baiknya mulai sekarang kita memahami dan berhati-hati lagi Bagaimana Tata Cara Niat Puasa Ramadhan Yang Baik Dan Benar. Dan melalui status itu pula muncul argumentasi dari beberapa gus sekaligus menjelaskan secara gamblang tentang niat puasa ramadhan. Adapun argumen dari beberapa gus bisa disimpulkan kurang lebih sebagai berikut :

Bagaimana Tata Cara Niat Puasa Ramadhan Yang Baik Dan Benar

WAKTU MULAI NIAT UNTUK PUASA RAMADHAN.
Jika kita membaca pada status di atas, bahwa si penulis status memberitahukan kalau di dalam kalimat niat puasa  ramadhan terdapat kata "غد" yang artinya adalah besok. Sedangkan kita sebagai umat islam terbiasa berniat dengan redaksi "NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN ADA’I FARDLIS SYAHRI ROMADLONA HADZIHIS SANATA FARDLON LILLAHITA’ALA" setelah melaksakan sholat tarawih. Padahal kalau dilihat dari penanggalan hijriyah bahwa lafadz "غد" menunjukkan esok hari sebab mulainya hari dalam penanggalan hijriyah ialah ketika matahari terbenam.

Menurut pendapat yang dikemukakan ialah jika menggunakan redaksi niat seperti diatas berarti kita berniat puasa untuk esok hari bukan untuk hari ini, seharusnya redaksi niat yang dipakai adalah "NAWAITU SHOMA LI HADZAL YAUMI ‘AN ADA’I FARDLIS SYAHRI ROMADLONA HADZIHIS SANATA FARDLON LILLAHITA’ALA" 

Apabila menggunakan redaksi SHOUMA GHODIN maka niat yang demikian hendaknya diucapkan sebelum terbenamnya matahari. Dan apabila niat puasa setelah terbenamnya matahari atau setelahnya maghrib, maka redaksi niat yang dipakai adalah SHOMA LI HADZAL YAUMI.

Dengan pendapat yang disampaikannya tampak ada penjelasan lanjutan dari Gus Ahmad Abdul Wahab naf'an yakni hendaknya dibedakan antara arti bahasa "غد" dengan kata besok dalam bahasa indonesia. Beliau menjelaskan lebih gamblang lagi yang didasarkan dari beberapa sumber diantaranya adalah kitab Al-Asybah Wan nadzoir, fathul Wahhab, I'anah At-Thoolibin dan juga dari kitab Fathul Qodir.

Beliau (Gus Ahmad Abdul Wahab) menjelaskan sebagaimana keterangan yang terdapat pada kitab I'anah At-Thoolibin (halaman 373 - 374) : Kenapa para ulama mensyaratkan menambah lafadz Ghodin? alasannya adalah littabyyit, karena niat ibadah itu harus di awal sedangkan awal puasa susah ditentukan, tidak seperti sholat yang diawali dengan takbirotul ihrom, makanya niat harus ketika malam. Oleh karena itu para ulama berpendapat bahwa syarat tabyit itu ada dua model cara niat

Dan beliau juga menerangkan kalau niat itu harus sesudah maghrib atau setelah terbenamnya matahari tidak boleh dilakukan sebelum maghrib .
Dari argument di atas bisa disimpulkan kalau Waktu Mulai Niat Untuk Puasa Ramadhan adalah Setelah Terbenamnya matahari sampai dengan Sebelum terbitnya fajar shodiq.
LAFADZ NIAT UNTUK PUASA RAMADHAN
Dari penjelasan yang sudah di beberkan di atas, bisa diambil kesimpulkan bahwa untuk lafadz niat puasa ramadhan sebaiknya menggunakan redaksi berikut ini :
“NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN ADA’I FARDLIS SYAHRI ROMADLONA HADZIHIS SANATA FARDLON LILLAHITA’ALA"

NIAT PUASA SATU KALI DALAM SEBULAN ATAU SETIAP HARI?
Ulama' 4 madzhab menjadikan niat sebagai rukun dalam ibadah yang telah ditetapkan ketentuannya. Terkait dengan puasa, bahkan Nabi saw mengingatkan kita, “Siapa yang tidak berniat puasa sebelum datang waktu fajar (imsak) maka puasanya tidak sah.” (HR. Bukhari).

Mengenai apakah niat puasa bisa dilakukan cuma satu kali selama satu bulan, ataukan dilakukan setiap hari? maka ada perbedaan pendapat. Menurut sebagian besar ulama' figh berpendapat bahwa niat dilakukan setiap hari mulai dari terbenamnya matahari, sampai dengan sebelum terbitnya fajar, akan tetapi menurut madhab maliki menyatakan bahwa diperkenankan niat sekali saja untuk puasa yang bersambung hari-harinya, seperti puasa di bulan suci Ramadhan.

Semoga dari apa yang sudah dijelaskan diatas bisa menambah keilmuan kita sebagai umat islam agar lebih berhati hati dan kritis menyikapi perbedaan yang ada. semoga bermanfaat.

Bagaimana Tata Cara Niat Puasa Ramadhan Yang Baik Dan Benar

1 Jul 2013

KH Wachid Harud - Kemungkinan Awal Puasa Tahun Ini Tidak Sama

Kemungkinan Awal Puasa Tahun Ini Tidak Sama. Demikian sebagaimana yang telah disampaikan oleh KH Wachid Harun ketika menghadiri sebagai pembicara dalam acara Peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo (30 Juni 2013). Beliau menyampaikan secara ilmiah tentang kemungkinan perbedaan Awal Puasa Tahun 1434 H antara Nahdlatul Ulama dengan Muhammaddiyah.


Beliau menyampaikan sebuah dalil hadits tentang permulaan puasa ramadhan sebagai berikut :
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ وَانْسُكُوا لَهَا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا ثَلَاثِينَ فَإِنْ شَهِدَ شَاهِدَانِ فَصُومُوا وَأَفْطِرُوا
yang mana inti sari dari hadits diatas menerangkan penentuan awal puasa hendaknya dengan cara melihat bulan (Ru'yatul Hilal), Begitu juga ketika menentukan masuknya Bulan Syawal hendaknya dengan cara ru'yatul hilal juga.

"Penentuan awal puasa tidak boleh hanya dengan cara hisab (perhitungan) saja, melainkan dengan cara hisab dan juga melihat bulan (ru'yatul hilal). Bagi orang yang memang ahli dalam permasalahan perhitungan (hisab) awal bulan, boleh berpedoman dengan hasil hisabnya, akan tetapi tidak boleh serta merta diumumkan kepada masyarakat umum"

Kemungkinan Awal Puasa Tahun Ini Tidak SamaDemikian sedikit apa yang disampaiakan oleh beliau untuk menanggapi sekaligus menjelaskan kepada warga yang hadir tentang perbedaan yang terjadi. Meskipun dalam kenyataan perhitungan (Hisab) sudah bisa menentukan kalau bulan sudah tampak (Wujudul Hilal) yang menandakan masuk bulan baru akan tetapi yang demikian tidak bisa dibuat dasar masuknya awal bulan jika tidak dilakukan upaya ru'yatul hilal untuk menguatkan kemungkinan terlihatnya hilal.

Jadi bisa disimpulkan letak perbedaan antara nahdlatul ulama' dengan muhamaddiyah selama ini adalah jika muhammaddiyah hanya berdasarkan penghitungan yang mana dalam perhitungan tersebut sudah bisa menghasilkan wujudul hilal, akan tetapi nahdlatul ulama' berdasarkan perhitungan dan juga ru'yatul hilal maka kemungkinan hilal bisa atau tidak terlihat (Imkan Ar-Ru'yah).

Untuk itu KH. Wachid Harun Menghimbau untuk menunggu hasil keputusan pemerintah (sidang Itsbat) tentang kapan permulaan puasa.

Sedikit informasi yang bisa disampaikan kepada masyarakat pada umumnya semoga bisa bermanfaat dan menambah hasanah keilmuan dari segi agama.

KH Wachid Harud - Kemungkinan Awal Puasa Tahun Ini Tidak Sama

Dusun Lajuk Jadi Tuan Rumah Peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang

Dusun Lajuk Jadi Tuan Rumah Peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang. Pelaksanaan peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang diadakan pada hari minggu tanggal 30 Juni 2013 yang bertempat di RW.05 Dusun Lajuk  Desa Bulang. Peringatan Haul ini merupakan rutinitas yang diadakan oleh warga Desa Bulang setiap tahunnya.

Peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang ini dilaksanakan di beberapa tempat yang berada di Dusun Lajuk diantaranya yakni : Pintu masuk gapura dusun lajuk, rumah Bapak Ismail, TPQ Bau Arum, rumah Ibu Tumi, Mushollah Utara, Rumah Ibu Um, Dan Halaman Pesarean (Makam) Mbah Bau.

Adapun jenis kegiatannya adalah Khotmil Qur'an, Pawai ta'aruf TPQ Se-Desa Bulang, pembacaan Diba' Oleh Laki - Laki, pembacaan Diba' Oleh Perempuan, Terbang Jidor, Al-Banjari, Hadroh, Tahlil Bersama, Dan Pengajian Umum. Semua rangkaian acara tersebut dilaksanakan secara serentak dimulai sehabis sholat isya' kecuali khotmil Qur'an yang diadakan mulai pagi hari sampai dengan masuk waktu sholat ashar dan Pawai Ta'aruf yang dimulai setelah sholat ashar.

Dalam rangkaian acara tersebut segenap warga desa bulang terlibat langsung demi kelancaran Peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang. Keterlibatan warga selain sebagai panitia pelaksana, adalah dengan suka rela menyediakan konsumsi bagi warga yang hadir. Dan pada puncak acara terlihat antusias warga desa bulang bahkan warga dari desa lain berbondong bondong menyaksiakan rangkaian acara yang diselenggarakan oleh pihak panitia pelaksana.

Berikut informasi mengenai Peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang yang diadakan di dusun lajuk :

RANGKAIAN ACARA PERINGATAN HAUL KE 18 DESA BULANG

1. Khotmil Qur'an
Adalah acara membaca Al-Qur'an sampai habis (Juz 1 - juz 30) oleh warga desa bulang pada umumnya yang bertempat di mushollah atau di makam para sesepuh desa bulang. Khotmil Qur'an dimulai pagi hari sekitar pukul 06:00 s/d selesai (Masuk Waktu Sholat Ashar).

2. Pawai Ta'aruf TPQ Se-Desa Bulang
Kemeriahan pawai ta'aruf ikut mewarnai Peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang

Dusun Lajuk Jadi Tuan Rumah Peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang


Dusun Lajuk Jadi Tuan Rumah Peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang

Dusun Lajuk Jadi Tuan Rumah Peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang

3. Al-Banjari
Acara hadrah dihadiri oleh tim Banjari dari dusun lajuk sendiri yang tergabung dalam group Banjari ABG dan juga tim banjari dari desa sekitar seperti gampang, jatikalang, jatitani, kenongo dan kebaron yang bertempat di halaman rumahn Ibu Tumi

Dusun Lajuk Jadi Tuan Rumah Peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang

Dusun Lajuk Jadi Tuan Rumah Peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang


4. Terbang Jidor
Acara terbang jidor ini dihadiri oleh tim terbang jidor al-mujahadah desa bulang yang bertemat di depan pintu masuk gapura dusun lajuk.

5. Manaqiban
Pmebacaan manaqib dilaksanakan di TPQ Bau Arum Oleh sebagian Bapak Bapak dari warga desa bulang sendiri.

6. Hadrah
Acara lain yang tidak kalah meriahnya pada Peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang adalah Hadrah yang dihadiri oleh tim Hadrah dari desa tetangga yang bertempat di halaman mushollah sebelah utara dusun lajuk.

7. Pembacaan Diba' 
Ialah acara bacaan diba' nabi muhammad s.a.w. oleh pemuda dan pemudi desa bulang yang bertempat di rumahnya Bapak Ismail untuk laki-laki dan bertempat di Rumahnya Ibu Um untuk perempuan.

8. Pengajian Umum
Acara ini sebagai acara inti dari semua rangkaian kegiatan Peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang. Seperti tahun tahun sebelumnya, dalam pengajian umum ini selalu mengundang para kyai sebagai pembicara. Pada kesempatan kali ini, Kyai Wachid Harun berkesempatan menyampaikan tausiyah atau mauidlotul hasanah dan juga mengundang Kyai Hafidz sebagai umam tahlil sebelum acara tausiyah dimulai.

Dari semua rangkaian acara di atas, tampak warga desa bulang maupun warga desa tetangga begitu antusias. Dengan diadakannya kegiatan seperti ini diharapkan memperat tali persaudaraan antar warga dan menambah nilai spiritual untuk menghadapi bulan puasa yang sebentar lagi tiba

Semoga pada acara peringatan Haul Desa dimasa mendatang bisa lebih meriah lagi dari sebelumnya.

Dusun Lajuk Jadi Tuan Rumah Peringatan Haul Ke 18 Desa Bulang