1 Jun 2013

Kenapa Do'a Qunut Hanya Ada Dalam Sholat Shubuh

http://karangtarunabhaktibulang.blogspot.com/2013/06/kenapa-doa-qunut-hanya-ada-dalam-sholat-shubuh.html
Do'a Qunut Hanya Ada Dalam Sholat Shubuh. Kenapa Yaa??? Diantara kalian pasti sudah banyak yang tahu jawabannya. Atau banyak juga diantara kita yang masih bertanya tanya "Kenapa Do'a Qunut Hanya Ada Dalam Sholat Shubuh".  Menarik memang jika pertanyaan ini dijadikan bahan diskusi untuk menjelaskan kepada siapa saja yang masih belum tahu secara ilmiyah. Dan disini penulis mencoba memberikan sedikit refrensi tentang pertanyaan tersebut. Apabila ada kekurangan atau kesalahan informasi mohon untuk direvisi kembali supaya tidak ada kesalahpahaman diantara sesama muslim. Sebab tujuan penulisan artikel ini tidak lain adalah untuk berbagi informasi meski itu hanya satu kata.

Kenapa Do'a Qunut Hanya Ada Dalam Sholat Shubuh

Oke langsung saja masuk pada pokok pembahasan. Sebagai orang islam yang mempunyai keimanan untuk melakukan kewajiban yang telah dianjurkan oleh syari'at islam, setidaknya kita mengetahui juga dasar - dasar disyari'atkannya suatu perbuatan tersebut, tidak terkecuali melakukan do'a qunut dalam sholat shubuh. Alasan mengapa kita perlu mengetahui dasar - dasar hukumnya ketika melakukan suatu perbuatan, sebab dengan itu kita bisa menambah keyakinan dan kemantapan untuk senantiasa melakukan perbuatan yang telah dianjurkan oleh syari'at agama ketika ada perbedaan pendapat. Mengingat do'a qunut ini juga menjadi salah satu perbedaan pendapat dalam ummat islam.

Pokok pembahasannya adalah, di dalam sholat shubuh terkadang kita menjumpai ada yang menggunakan do'a qunut ada juga yang tidak menggunakannya. Yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah do'a qunut itu disyari'atkan dan menjadi salah satu rukun syahnya sholat atau tidak? Dari pertanyaan ini bisa dijabarkan lagi beberapa pertanyaan diantaranya, Apakah nabi pernah mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menggunakan do'a qunut? Jika nabi tidak pernah menganjurkan untuk selalu menggunakannya, apakah mereka yang menggunakan do'a qunut termasuk golongan yang tidak taat pada nabi, ataukah sebaliknya mereka yang tidak menggunakan do'a qunut, mereka adalah golongan yang tidak mengikuti sunnah rosul?

menarik bukan jika kita mengetahui kenapa dalam sholat shubuh ada yang menggunakan do'a qunut atau tidak?. Untuk lebih jelasnya di bawah ini penulis mencoba menjabarkan keterangan dari pertanyaan diatas.

Apakah Do'a Qunut Menjadi Salah Satu Rukun Syahnya Sholat Shubuh Atau Tidak ? Apakah nabi pernah mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menggunakan do'a qunut? apakah mereka yang menggunakan do'a qunut termasuk golongan yang tidak taat pada nabi, ataukah sebaliknya mereka yang tidak menggunakan do'a qunut, mereka adalah golongan yang tidak mengikuti sunnah rosul?

Ada beberapa redaksi hadits nabi tentang do'a qunut antara lain;

كا ن زسول الله صلله عليه وسلم اذا رفع رأسه من الركوع فى صلآة الصبح فىالركعة الثنا نية رفع يديه فيدعو بهذا الدعا ء " اللهم هد نى فيمن هديت إلى آخر " زواه الحا كم وصححه
Nabi saw, bila bangun dari ruku' dalam shalat subuh pada rakaat yg kedua beliau mengangkat kedua tangannya maka beliau membaca do,a qunut " Allaahummahdinii fiiman hadait wa-'aafinii fiiman afait." { HR. Hakim }

مَذْهَبُنَا أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ الْقُنُوْتُ فِيْهَا سَوَاءٌ نَزَلَتْ نَازِلَةً أَمْ لَمْ تَنْزَلْ وَبِهَذَا قَالَ أَكْثَرُ السَّلَفِ وَمَنْ بَعْدَهُمْ أَوْ كَثِيْرٌ مِنْهُمْ وَممَِّنْ قَالَ بِهِ أَبُوْ بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ وَعُمَرُبْنُ الْخَطَّابِ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَابْنُ عَبَّاسٍ وَالْبَرَّاءُ بْنُ عَازَبَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ (اَلْمَجْمُوْعُ شرح المهذب ج 3 ص 504) 
Dalam madzhab kita (madzhab Syafi’i) disunnahkan membaca qunut dalam shalat shubuh, baik ada bala’ (bencana, cobaan, adzab dan lain sebagainya) maupun tidak, inilah pendapat kebanyakan ulama’ salaf dan setelahnya. Diantaranya adalah Abu Bakar as-Siddiq, Umar bin Khattab, Usman, Ali, Ibn Abbas dan al-Barra’ bin Azib ra. (al-Majmu’, Juz I, hal. 504)

عَنْ أَنَسٍ بِنْ مَالِكٍ قَالَ مَازَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْنُتُ فِي الْفَجْرِ حَتىَّ فَارَقَ الدُّنْيَا (مُسْنَدُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلَ رَقْمٌ 12196) Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. Beliau berkata; Rasulullah Saw. Senantiasa membaca qunut ketika shalat sampai beliau wafat. (Musnad Ahmad bin Hanbal, 12196)

hadits di atas menjelaskan bahwa adanya do'a qunut dalam sholat telah dicontohkan oleh rosululloh s.a.w. akan tetapi yang dimaksud qunut dalam hadits tersebut adalah do'a yang dibaca oleh rosululloh s.a.w. untuk mendo'akan ummatnya ketika mendapatkan bala', coba'an atau adzab. Meski demikian maksud hadits itu menghasilkan beberapa pendapat dari madzhab yakni madzhab imam syafi'i, yang menyatakan bahwa disunnahkan membaca do'a qunut dalam sholat shubuh. dan berhukum sunnah mua'akkadah yang artinya sunnah yang wajib diganti dengan sujud syahwi apabila meninggalkannya. Pernyataan ini dikuatkan dengan hadits yang ketiga di atas bahwa rosululloh senantiasa membaca qunut ketika sholat sampai beliau wafat.

Redaksi hadits lainnya;

عَنْ سَعْدِ بْنِ طَارِقٍ الْأَشْجَعِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي ياَ أَبَتِ إِنَّكَ قَدْ صَلَََّيْتَ خَلْفَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكَرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ أََفَكَانُوْا يَقْنِتُوْنَ فِي الْفَجْرِ؟ قَالَ أَيْ بُنَيَّ مُحْدَثٌ (رَوَاهُ الْخَمْسَةُ إِلَّا أَبَا دَاوُدَ) فَمِنَ الْحَدِيْثِ اَلنَّهْيُ عَنِ الْقُنُوْتِ فِي الصُّبْحِ وَبِهِ أَخَذَ أَبُوْ حَنِيْفَةَ وَأَحْمَدُ. (إِبَانَةُ الْأَحْكَامِ، ج 1 ص 431)
Dari Said bin Thariq al-Asyja’i ra, ia berkata; aku pernah bertanya kepada ayahku wahai ayah! Sesungguhnya engkau pernah mengerjakan shalat di belakang Rasulullah Saw, Abu Bakar, Umar, Usman, Ali. Apakah mereka semua berdo’a qunut ketika shalat shubuh? Ayahku menjawab qunut itu termasuk perkara yang baru datang (HR. Khamsah kecuali Abu Dawud) dari hadis tersebut tercetuslah hukum berupa larangan qunut shubuh, seperti yang dipegang Abu Hanifah dan Imam Ahmad. (Ibanah al-Ahkam, juz I, hal. 431)

Hadits ini menyatakan bahwa sholat shubuh tanpa menggunakan qunut. Pendapat demikian diutarakan oleh imam abu hanifah dan imam ahmad bin hambal. Akan tetapi ada sangkalan dari pendapat ini sebagaimana ada sebuah kaidah usul figh yang berbunyi;

يَقْدُمُ الْمُثْبِتُ عَلَى النَّافِى لِاشْتِمَالِهِ عَلَى زِيَادَة ِعِلْمٍ (شَرْحُ نَظْمِ جَمْعِ الْجَوَامِعِ ج 2 ص 475)
Dalil yang menjelaskan adanya (terjadinya) suatu perkara, didahului oleh dalil yang menyatakan bahwa perkara tersebut tidak ada. Sebab adanya penjelasan pada suatu dalil, menunjukkan adanya pemberitahuan (ilmu) yang lebih pada dalil tersebut. (Syarah Nadzam Jam’ul Jawami’, juz II, hal. 475)
Dengan demikian do'a qunut disunnahkan dalam sholat shubuh.

Dari semua refrensi di atas bisa disimpulkan demikian : Do'a qunut sebenarnya pernah diajarkan oleh rosululloh s.a.w dan bukan mejadi rukun mutlak dalam sholat sebab ada beberapa golongan yang menggunakan do'a qunut dalam sholat akan tetapi jika ditinggalkan bisa diganti dengan sujud syahwi, karena qunut dalam sholat adalah berhukum sunnah mu'akkadah. Dan bagi golongan yang tidak menggunakan do'a qunut bukan berarti mereka mengingkari rosululloh sebab hukum dari qunut itu sendiri adalah sunnah, dan bagi mereka yang tidak melakukan qunud tidak boleh mengatakan bagi golongan yang menggunakan qunud adalah mereka yang mengingkari sunnah rosul karena berdasarkan kaidah usul figh di atas tadi. Begitu juga sebaliknya.

semoga sedikit penjelasan mengenai Kenapa Do'a Qunut Hanya Ada Dalam Sholat Shubuh bermanfaat bagi kita semua dan selalu senantiasa menjaga perbedaan diantara umat islam.

baca juga kalimat do'a qunut sholat shubuh, pengertian qunut dan macam macamnya.

Kenapa Do'a Qunut Hanya Ada Dalam Sholat Shubuh

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai dengan gaya bahasa yang baik dan sopan. Kritik atau saran yang membangun sangat membantu penulis untuk berbagi informasi berikutnya.